INOVASI KURIKULUM DAN PENERAPANNYA
INOVASI KURIKULUM DAN PENERAPANNYA
Inovasi Kurikulum adalah suatu pembaharuan atau gagasan yang diharapkan membawa dampak terhadap kurikulum itu sendiri. kurikulum hanyalah alat atau instrumen untuk mencapai tujuan pendidikan dan pembelajaran yang ditetapkan. Kurikulum bukan sebagai tujuan akhir. Seiring dengan perubahan masyarakat dan nilai-nilai budaya, serta perubahan kondisi dan perkembangan peserta didik, maka kurikulum juga mengalami perubahan. Pemahaman mengenai inovasi kurikulum akan sangat membantu penerapan kaidah-kaidah pembelajaran pendidikan dasar. Masalahnya inovasi kurikulum tidak dapat dipisahkan dari keberhasilan dalam pendidikan.
Maju mundurnya pendidikan
bergantung sejauh mana pemahaman guru dalam melaksanakan tugasnya di sekolah
termasuk pemahaman terhadap kurikulum. Karena itu sifatnya mutlak bagi guru
dalam membelajarkan siswa memahami strategi inovasi kurikulum, tanpa guru
melakukan inovasi kurikulum rasanya sulit diketahui secara pasti bagaimana
kemajuan pendidikan dapat diketahui secara pasti. Masalah-masalah kurikulum
berkaitan dengan azas relevansi dan berkaitan dengan mutu secara kognitif,
afektif, dan psikomotorik, sedangkan pemerataan yang berhubungan dengan kesempatan
dan peluang, kemudian efisiensi dari segi internal dan eksternal.
Contoh inovasi kurikulum
1. Rencana
pelajaran 1947
2. Rencana
pelajaran terurai 1952
3. .Kurikulum
1968
4. Kurikulum
1975
5. Kurikulum
1984
6. Kurikulum
1994 dan kurikulum suplemen 1999
7. Kurikulum
2004
8. KTSP
2006
Penerapannya
1. Interaksi
langsung tanpa media
2. Interaksi
tidak langsung melalui perantara : barang cetakan, rekam suara, visual
3. Quantum
learning
4. Contextual Teaching and Learning /CTL
5. Cooperative learning
6. Active learning
7. Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan
Menyenangkan
Contoh Penerapan inovasi kurikulum disuatu MTS, sebagai berikut :
1. Program
les tambahan
2. Program
les bahasa
3. Program
ekstra kurikuler
4. Program
komputer
5. Program
pembentukan karakter
Ada dua pokok yang
menjadi karakteristik evaluasi kurikulum, yaitu:
1. Evaluasi
merupakan suatu proses atau tindakan. Tindakan tersebut dilakukan untuk memberi
makna atau nilai sesuatu. Dengan demikian evaluasi bukanlah hasil atau produk
2. Evaluasi
berhubungan dengan pemberian nilai atau arti. Artinya berdasarkan hasil
pertimbangan evbaluasi apakah sesuatu itu mempunyai niai atau tidak. Dengan
kata lain evaluasi dapat menunjukkan kualitas yang dinilai.
Macam macam inovasi kurikulum
A . Inovasi kurikulum berbasis kompetensi
Karakteristik Kurikulum Berbasis Kompetensi
1) KBK mengharapkan adanya hasil dan dampak yang diharapkan muncul pada diri peserta didik melalui serangkaian pengalaman belajar yang bermakna.
2) KBK memberikan peluang pada siswa sesuai dengan keberagaman yang dimiliki masing-masing. Dalam KBK, siswa tidak sekedar dituntut untuk memahami sejumlah konsep, akan tetapi bagaimana konsep yang dipelajari berdampak pada perilaku dalam berfikir dan bertindak dalam kehidupan sehari-hari. KBK juga menghargai bahwa setiap siswa memiliki kemampuan. Minat dan bakat, yang berbeda sehingg diberikan peluangkepada siswa tersebut untuk belajar sesuai dengan keberagaman dan kecepatan masingmasing.
3) Pengembangan KBK berfokus kepada kompetensi tertentu berupa paduan: pengetahuan, keterampilan dan sikap yang dapat didemonstrasikan peserta didik sebagai wujud pemahaman terhadap konsep yang dipelajarinya. Penerapan KBK memungkinkan guru menilai hasil belajar peserta didik dalam
2. Inovasi
kurikulum berbasis masyarakat
Karakteristik Kurikulum Berbasis Masyarakat:
1) Pembelajaran berorientasi pada masyarakat, di masyarakat dengan kegiatan belajar bersumber pada buku teks.
2) Disiplin kelas berdasarkan tanggung jawab bersama.
3) Metode mengajar terutama dititiberatkan pada pemecahan masalah.
4) Bentuk hubungan atau kerja sama sekolah dan masyarakat adalah mempelajari sumber-sumber masyarakat.
5) Strategi pembelajaran meliputi karyawisata, manusia ( narasumber )
Prinsip prinsip pengembangan
kurikulum itu sebagai berikut:
a. Prinsip
Relevansi yakni mempunyai arti kedekatan hubungan dengan apa yang terjadi.
Pertama : Relevansi Pendidikan dengan lingkungan anak didik. Relevansi pengembangan
kurikulum termasuk dalam menentukan bahan pengajaran (subject matters)
hendaknya disesuaikan dengan kehidupan nyata anak didik. Kedua: Relevansi
pendidikan dengan kehidupan yang sekarang dan kehidupan yang akan datang.
b.
Prinsip
Efektivitas: Faktor pendidik dan anak didik, serta perangkat-perangkat lainnya
yang bersifat operasional, sangat penting dalam hal efektivitas proses
pendidikan atau pengembangan kurikulum (Drajat 1996, dalam Idi 2007: 181). Prinsip efektivitas yang dimaksudkan adalah
sejauh mana perencanaan kurikulum dapat dicapai sesuai dengan keinginan yang telah ditentukan
Pentingnya Inovasi Kurikulum
Inovasi
Kurikulum adalah suatu pembaharuan atau gagasan yang diharapkan membawa dampak
terhadap kurikulum itu sendiri. kurikulum hanyalah alat atau instrumen untuk
mencapai tujuan pendidikan dan pembelajaran yang ditetapkan. Kurikulum bukan
sebagai tujuan akhir. Seiring dengan perubahan masyarakat dan nilai-nilai
budaya, serta perubahan kondisi dan perkembangan peserta didik, maka kurikulum
juga mengalami perubahan.
a. Dari
sisi psikologi timbul masalah berkenaan dengan pendekatan belajarmengajar yang
bau, maka muncul berbagai inovasi seperti keterampilan proses, CBSA dan belajar
tuntas.
b. Dari
sisi sosiologis timbul masaah berkenaan dengan tuntutan masyarakat modern yang
semakin tinggi dan kompleks sehingga muncu1 inovasi berupa masuknya maka
peajaran keterampi1an, adanyal kerja dan gagasan muatan lokal.
c. Dari sisi penyampaian pengajaran, inovasi
berupa sistem modul paket untuk pendidikan luar sekolah dan metode SAS
(Struktural Analisis Sintesis) untuk belajar membaca Al-quran.
Pengorganisasian kurikulum sebagai berikut:
1. Separated Subject Curriculum. Pola kurikulum ini menyajikan bahan pelajaran dalam berbagai macam mata pelajaran yang terpisah-pisah satu sama lain, seakan-akan ada batas pemisah antara mata pelajaran satu dengan yang lain
2. Correlated Curriculum. Pola kurikulum ini menghendaki agar mata pelajaran berhubungan dan bersangkut paut satu sama lain (correlated) walaupun mungkin batas-batas yang satu dengan yang lain
3. Integrated Curriculum. Pola kurikulum ini meniadakan batas antara berbagai mata pelajaran dan menyajikannya dalam bentuk unit atau keseluruhan. Dengan kebulatan bahan pelajaran yang diharapkan mampu.
SUMBER :
https://journal.unsika.ac.id/index.php/muntazam/article/view/5338/2789
https://media.neliti.com/media/publications/67597-ID-inovasi-kurikulum-dalam-upaya-meningkatk.pdf
https://staitbiasjogja.ac.id/jurnal/index.php/alfahim/article/download/72/61
Nama : Laksana Mentari Putra Harahap
NPM : 2006103030050
MK : Kurikulum Pembelajaran
Dosen pengampu : Dra. Nurulwati, M.Pd
Komentar
Posting Komentar