INOVASI KURIKULUM DAN PENERAPANNYA

 

INOVASI  KURIKULUM  DAN  PENERAPANNYA

Laksana Mentari Putra Harahap (2006103030050)


                 Inovasi Kurikulum adalah suatu pembaharuan atau gagasan yang diharapkan membawa dampak terhadap kurikulum itu sendiri. kurikulum hanyalah alat atau instrumen untuk mencapai tujuan pendidikan dan pembelajaran yang ditetapkan. Kurikulum bukan sebagai tujuan akhir. Seiring dengan perubahan masyarakat dan nilai-nilai budaya, serta perubahan kondisi dan perkembangan peserta didik, maka kurikulum juga mengalami perubahan. Pemahaman mengenai inovasi kurikulum akan sangat membantu penerapan kaidah-kaidah pembelajaran pendidikan dasar. Masalahnya inovasi kurikulum tidak dapat dipisahkan dari keberhasilan dalam pendidikan. 

               Maju mundurnya pendidikan bergantung sejauh mana pemahaman guru dalam melaksanakan tugasnya di sekolah termasuk pemahaman terhadap kurikulum. Karena itu sifatnya mutlak bagi guru dalam membelajarkan siswa memahami strategi inovasi kurikulum, tanpa guru melakukan inovasi kurikulum rasanya sulit diketahui secara pasti bagaimana kemajuan pendidikan dapat diketahui secara pasti. Masalah-masalah kurikulum berkaitan dengan azas relevansi dan berkaitan dengan mutu secara kognitif, afektif, dan psikomotorik, sedangkan pemerataan yang berhubungan dengan kesempatan dan peluang, kemudian efisiensi dari segi internal dan eksternal.


Contoh inovasi kurikulum

1.       Rencana pelajaran 1947

2.       Rencana pelajaran terurai 1952

3.      .Kurikulum 1968

4.      Kurikulum 1975

5.      Kurikulum 1984

6.      Kurikulum 1994 dan kurikulum suplemen 1999

7.     Kurikulum 2004

8.     KTSP 2006


Penerapannya

1.      Interaksi langsung tanpa media

2.    Interaksi tidak langsung melalui perantara : barang cetakan, rekam suara, visual

3.     Quantum learning

4.     Contextual Teaching and Learning /CTL

5.    Cooperative learning

6.    Active learning

7.     Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan

 

Contoh Penerapan inovasi kurikulum disuatu MTS, sebagai berikut :

1.      Program les tambahan

2.     Program les bahasa

3.     Program ekstra kurikuler

4.    Program komputer

5.    Program pembentukan karakter


Ada dua pokok yang menjadi karakteristik evaluasi kurikulum, yaitu:

1.     Evaluasi merupakan suatu proses atau tindakan. Tindakan tersebut dilakukan untuk memberi makna atau nilai sesuatu. Dengan demikian evaluasi bukanlah hasil atau produk

2.    Evaluasi berhubungan dengan pemberian nilai atau arti. Artinya berdasarkan hasil pertimbangan evbaluasi apakah sesuatu itu mempunyai niai atau tidak. Dengan kata lain evaluasi dapat menunjukkan kualitas yang dinilai.


 Macam macam inovasi kurikulum

A . Inovasi kurikulum berbasis kompetensi

 Karakteristik Kurikulum Berbasis Kompetensi

1)  KBK mengharapkan adanya hasil dan dampak yang diharapkan muncul pada diri peserta didik melalui serangkaian pengalaman belajar yang bermakna.

2)  KBK memberikan peluang pada siswa sesuai dengan keberagaman yang dimiliki masing-masing. Dalam KBK, siswa tidak sekedar dituntut untuk memahami sejumlah konsep, akan tetapi bagaimana konsep yang dipelajari berdampak pada perilaku dalam berfikir dan bertindak dalam kehidupan sehari-hari. KBK juga menghargai bahwa setiap siswa memiliki kemampuan. Minat dan bakat, yang berbeda sehingg diberikan peluangkepada siswa tersebut untuk belajar sesuai dengan keberagaman dan kecepatan masingmasing.

3)  Pengembangan KBK berfokus kepada kompetensi tertentu berupa paduan: pengetahuan, keterampilan dan sikap yang dapat didemonstrasikan peserta didik sebagai wujud pemahaman terhadap konsep yang dipelajarinya. Penerapan KBK memungkinkan guru menilai hasil belajar peserta didik dalam

 

2.      Inovasi kurikulum berbasis masyarakat

Karakteristik Kurikulum Berbasis Masyarakat:

1)      Pembelajaran berorientasi pada masyarakat, di masyarakat dengan kegiatan belajar bersumber pada buku teks.

2)       Disiplin kelas berdasarkan tanggung jawab bersama.

3)      Metode mengajar terutama dititiberatkan pada pemecahan masalah.

4)       Bentuk hubungan atau kerja sama sekolah dan masyarakat adalah mempelajari sumber-sumber masyarakat.

5)      Strategi pembelajaran meliputi karyawisata, manusia ( narasumber )

 

Prinsip prinsip pengembangan kurikulum itu sebagai berikut:

a.      Prinsip Relevansi yakni mempunyai arti kedekatan hubungan dengan apa yang terjadi. Pertama : Relevansi Pendidikan dengan lingkungan anak didik. Relevansi pengembangan kurikulum termasuk dalam menentukan bahan pengajaran (subject matters) hendaknya disesuaikan dengan kehidupan nyata anak didik. Kedua: Relevansi pendidikan dengan kehidupan yang sekarang dan kehidupan yang akan datang.

b.      Prinsip Efektivitas: Faktor pendidik dan anak didik, serta perangkat-perangkat lainnya yang bersifat operasional, sangat penting dalam hal efektivitas proses pendidikan atau pengembangan kurikulum (Drajat 1996, dalam Idi 2007: 181).  Prinsip efektivitas yang dimaksudkan adalah sejauh mana perencanaan kurikulum dapat dicapai sesuai dengan keinginan  yang telah ditentukan


Pentingnya Inovasi Kurikulum

Inovasi Kurikulum adalah suatu pembaharuan atau gagasan yang diharapkan membawa dampak terhadap kurikulum itu sendiri. kurikulum hanyalah alat atau instrumen untuk mencapai tujuan pendidikan dan pembelajaran yang ditetapkan. Kurikulum bukan sebagai tujuan akhir. Seiring dengan perubahan masyarakat dan nilai-nilai budaya, serta perubahan kondisi dan perkembangan peserta didik, maka kurikulum juga mengalami perubahan.

a.       Dari sisi psikologi timbul masalah berkenaan dengan pendekatan belajarmengajar yang bau, maka muncul berbagai inovasi seperti keterampilan proses, CBSA dan belajar tuntas.

b.      Dari sisi sosiologis timbul masaah berkenaan dengan tuntutan masyarakat modern yang semakin tinggi dan kompleks sehingga muncu1 inovasi berupa masuknya maka peajaran keterampi1an, adanyal kerja dan gagasan muatan lokal.

c.        Dari sisi penyampaian pengajaran, inovasi berupa sistem modul paket untuk pendidikan luar sekolah dan metode SAS (Struktural Analisis Sintesis) untuk belajar membaca Al-quran.


Pengorganisasian kurikulum sebagai berikut:

1. Separated Subject Curriculum. Pola kurikulum ini menyajikan bahan pelajaran dalam berbagai macam mata pelajaran yang terpisah-pisah satu sama lain, seakan-akan ada batas pemisah antara mata pelajaran satu dengan yang lain

2. Correlated Curriculum. Pola kurikulum ini menghendaki agar mata pelajaran berhubungan dan bersangkut paut satu sama lain (correlated) walaupun mungkin batas-batas yang satu dengan yang lain

3. Integrated Curriculum. Pola kurikulum ini meniadakan batas antara berbagai mata pelajaran dan menyajikannya dalam bentuk unit atau keseluruhan. Dengan kebulatan bahan pelajaran yang diharapkan mampu.


     

                                  SUMBER :

https://journal.unsika.ac.id/index.php/muntazam/article/view/5338/2789

https://jurnal.staiyaptip.ac.id/index.php/alkarim/article/download/182/155/393#:~:text=Pentingnya%20Inovasi%20Kurikulum,Inovasi%20Kurikulum%20adalah%20suatu%20pembaharuan%20atau%20gagasan%20yang,dampak%20terhadap%20kurikulum%20itu%20sendiri.&text=sebagai%20tujuan%20akhir.,Seiring%20dengan%20perubahan%20masyarakat%20dan%20nilai%2Dnilai%20budaya%2C%20serta%20perubahan,maka%20kurikulum%20juga%20mengalami%20perubahan 

https://media.neliti.com/media/publications/67597-ID-inovasi-kurikulum-dalam-upaya-meningkatk.pdf

https://staitbiasjogja.ac.id/jurnal/index.php/alfahim/article/download/72/61 


Nama : Laksana Mentari Putra Harahap

NPM : 2006103030050

MK : Kurikulum Pembelajaran 

Dosen pengampu : Dra. Nurulwati, M.Pd


Komentar